Selasa, 20 September 2011

Kepergian Ibuku ..........

Pada hari Jum'at pagi tgl 22 April 2011 kami sekeluarga pulang ke Purbalingga karena hari itu libur nasional dan kebetulan pada hari sabtu  ada acara arisan keluarga.  Kami pulang menggunakan kendaraan kantor istriku, mobil Xenia, kami sempat sholat Jum'at di Tasikmalaya. Sampai di purbalingga menjelang Magrib.
Hari Sabtu pagi saya sempat ngobrol sama Ibuku...bercerita tentang kondisi kesehatan Ibu ...hari itu sehat2 saja dan tidak sedang makan obat. Saya ngobrol berdua ibu di toko depan, tidak ada firasat apapun pada saat itu, bahwa itu merupakan obrolan terakhir saya dengan ibuku.......
Ibu bercerita mengenai persiapannya untuk menjalankan ibadah Umroh pada bulan Juli.....hanya itu satu2-nya keinginan ibu pada saat itu.  Semua syarat2 untuk umroh sudah dipersiapkan tinggal mengurus paspor sekaligus imunisasi pada bulan Mei nanti kata Ibu.


Menjalang siang hari kami bersama-sama berangkat ke Purwokerto ke rumah Pak Huri untuk menghadiri arisan keluarga sekaligus acara sukuran pernikahan putrinya. Kebetulan Bapak tidak ikut berangkat karena merasa badannnya lelah. Kami dibagi menjadi 2 mobil yaitu mobil APV yang penumpangnya laki2 semua yang dikendarai oleh Mas Topo, mobil kedua Xenia yang berisi penumpang perempuan term,asuk ibuku, dikendarai oleh istriku.
Pada saat acara arisan keluarga, saya ditunjuk untuk mengisi Kultum (santapan rohani)...saya menyampaikan  satu ayat dari Surat Al-Baqoroh ayat 3, yang artinya bahwa kita harus percaya kepada yang ghaib, hal2 ghaib diantaranya masalah usia, meninggal, rezeki, jodoh, anak dan lain2.....akhirnya Mas Topo menanyakan dalam forum itu apabila ada peserta arisan yang meninggal dunia maka siapa yang akan melanjutkan arisannya ?
(kadang kalau ingat waktu itu...kok bisa2nya timbul pertanyaan seperti itu ?)
Sore hari setelah acara selesai Ibuku mengajak aku untuk segera pulang karena kurang enak badan......ibuku pengin ikut di mobil APV...karena ia beranggapan mobil Xenia akan lebih lama pulangnya......
Tapi kemudian Ibuku tidak jadi ikut APV, pulang ke ruma ibuku naik Xenia lagi, saya dan rombongan mobil APV tidak langsung pulang tapi pergi dulu ke alun2 untuk beli makanan.  Saat perjalanan pulang menjelang masuk kota Purbalingga istriku telepon aku mengatakan bahwa ibu pingsan di rumah.....Mas Topo menasehati unuk segera dibawa ke Rumah Sakit....... Kami buru2 untuk segera sampai di rumah......saya pribadi berpikir yang tidak2 karena seingatku ibuku tidak pernah pingsan.
Sesampainya di rumah, seluruh anggota keluarga telah mengelilingi ibuku di tempat tidur, tidak lama kemudian dokter dari Rumah sakit datang.......dan menyatakan Ibuku telah kembali Kepada-Nya.....Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.   Pada saat itu kami sekeluarga menangis sejadi-jadinya......tidak ada yang menyangka prosesnya secepat itu. Bapaku yang selama ini paling jarang menangis...saat itu menangis sejadi-jadinya....
Saat itu menjelang Magrib dan kebetulan rumahku berdampingan dengan Masjid, sehingga para jemaah sholat Magrib  secara otomatis mendatangi rumahku...semua menangis...semua tidak menyangka......
Tapi akhirnya kami sekeluarga mengikhlaskan....kepergian Ibu Tercinta ..... Ibu pergi tanpa merepotkan kami .....seperti cita-citanya selama ini...ia ingin pergi tapi tidak mau merepotkan keluarga.......terbukti pada saat itu semua anaknya sudah berkumpul kecuali adikku seorang yangdi Kal-Sel...... alhamdulillah esok harinya dia sudah sampai di rumah...Alloh SWT sudah mengatur segalanya.....kami hanya pasrah kepada ketentuan-Nya.

Selamat jalan Ibu.......kami ikhlas ibu pergi selamanya..... semoga amal perbuatan Ibu diterima oleh Alloh SWT........ Irji'i ila rabbiki radhiyatam mardiyah  (Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya).

Selasa, 22 Maret 2011

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un

Senin tanggal 14 Maret 2011, jam 4.30 pagi aku bersiap2 ke Musholla untuk sholat Shubuh....tiba2 telephon rumah berdering dan kuangkat....ada kabar duka......ibu mertua meninggal dunia...baru saja diketahui oleh keluarga di Jepara karena saat dibangunkan untuk sholat Shubuh, ia sudah tidak bernyawa lagi. ..... Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un .........
Adik iparku yg menelepon tadi memberitahukan bahwa akan memanggil dokter untuk memastikan tentang kematian ibu.....kemudian segera aku bangunkan istrku tercinta......aku beritahukan kabar duka itu.....kemudian aku segera berangkat ke Musholla seperti biasa sholat berjama'ah.  sepulang dari musholla saya segera mandi dan memberitahu pada anak2 bahwa saya bersama istri dan adik ipar+suami yang tinggal deket kami akan berta'jiah ke Jepara untuk menghormati jenazah almarhumah ibu mertua.  Alhamdulillah anak2 cukup pengertian mereka mau ditinggal dan di rumah sama pembantu, saya segera telepon temen kantor untuk cuti selama 3 hari.  Dan saya juga memberitahu adik saya yang tinggal di Jepara mengenai  berita duka ini.
Kira2 jam 6 pagi kami berangkat ke Jepara yaitu saya, istri, adik ipar + suami dan anaknya yg baru berumur beberapa bulan.   sepanjang jalan kami hanya bisa berdo'a semoga cepat sampai di tujuan dg selamat.  Kami diberitahu bahwa jenazah akan dimakamkan sore sekitar jam 4 menunggu kedatangan kami.
Alhamdulillah jam 4 kurang 10 menit kami sampai di Jepara.....dan di rumah mertua telah berkumpul handai taulan serta tetangga yang akan mengantarkan jenazah ke pemakaman.
Kemudian jenazah dibawa ke musholla terdekat, yg saya tahu itu musholla-nya orang NU karena mertua jarang ke musholla tsb. Setelah disholati di musholla segera jenazah dibawa ke pemakaman. Saya sendiri setelah mensholatkan jenazah secara jama'ah, saya menyempatkan diri untuk sholat Ashar & jama'takhir sholat dluhur. Setelah itu saya segera menyusul ke pemakaman, ikut bersama-sama memakamkan jenazah ibu mertua.
Insya Alloh ibu mertua meninggal secara khusnul khatimah, karena pada sore sebelumnya dia masih sehat wal'afiat dan berjama'ah sholat Isya di Masjid berdua bersama bapak mertua. jadi pada malam sebelumnya tidak kelihatan ada tanda-tanda apa2 bahwa ia akan meninggalkan kita selamanya.  Saya  hanya berfikir bahwa kemungkinan ibu mertua tidak mau merepotkan keluarga yang ditinggalkannya. Saya dan istri ketemu terakhir dengan ibu mertua kira2 3 bulan yang lalu karena ibu dan bapak mertua ada di Jakarta hampir 1 bulan lebih, menemani adik istri yang baru melahirkan.
Selamat tinggal ibu mertua...ibu telah tidur selamanya........ya ayatuhannafsul muthmainah irji'i ila rabiki radliyatammardhiyyah fad khuli fi i'badi wad khuli jannati
hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridlai-Nya, maka masuklah kedalam jama'ah hamba-hamba-KU, masuklah ke dalam surgaku

Selasa, 08 Maret 2011

Hari-hari yang melelahkan.

awal bulan maret 2011 adalah saat-saat yang penuh dengan kemarahan dalam keluarga, karena banyak hal yang tidak sepaham antara saya dengan istri.   bahkan bulan maret yang seharusnya saya dan anakku saddam merayakan ultah jadi tidak ada.....semua serba menjengkelkan.
tapi alhamdulillah .... kondisi seperti itu membuat saya semakin dekat belajar isi Al-Qur'an.....sehingga semakin lama ras jengkelku semakin berkurang.........dan sekarang suasana sudah mulai membaik.
kemarin hari minggu aku ajak ana2-ku jalan2 mencoba sebagian besar kendaraan umum yang ada di Jakarta : busway, bajaj, kerata api, metromini dan taksi........anak2 merasa senang ..apalagi sempat jalan2 di sekitar kebon raya Bogor melihat rusa........tapi istriku tidak ikut karena dia sibuk mengadakan pameran di senayan.

Kamis, 10 Februari 2011

al yauma nakhtimu

Pada hari Jum'at ini (11 Februari 2011) saya teringat satu ayat dalam surat Yasin, yang artinya : " pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki-kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Ada cerita dari seorang penyidik KPK bahwa dia pernah melakukan penyidikan terhadap seorang pejabat, yang dituduh telah melakukan korupsi, penyidik merasa kesulitan dalam memperoleh pengakuan dari pejabat tsb.
Karena penyidik mempunyai keyakinan bahwa pejabat tersebut biasa membaca surat Yasin tiap malam Jum'at maka pada saat melakukan penyidikan dia kemukakan ayat di atas.
Maka pada saat itu, pejabat yang koruptor menangis dan langsung mengakui perbuatannya.   
Ini sebuah contoh yang luar biasa bahwa ayat-ayat Alloh sebenarnya memang tidak dapat dipungkiri lagi oleh orang-orang yang beriman.  
Penyidik KPK itu menceritakan bahwa hal seperti ini hanya dapat dilakukan apabila kita yakin bahwa tersangka adalah orang-orang yang masih suka membaca ayat-ayat Alloh.
Semoga kita tidak terjerumus seperti pejabat yang korup tersebut...amin.

Senin, 03 Januari 2011

Catatan Tahun 2010

Banyak kejadian di tahun 2010 yang merupakan pelajaran hidup bagi saya.  Tapi aku sadar bahwa masih sangat sedikit amalan yang aku siapkan untuk bekal di akhirat. Aku masih terlalu banyak mengurusi masalah dunia. Aku belum secara maksimum membimbing keluargaku dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga di tahun 2011 saya dapat mengubah semua itu sehingga tidak menyesal di akhir hayat.