Pada hari sabtu siang tanggal 4 Desember 2010 seorang kawan lama menelepon saya, ternyata dia salah nomor sebenarnya dia ingin menelepon yang namanya Budi, supir di tempat dia kerja. Karena temen tersebut menanyakan masalah kunci maka saya berasumsi bahwa yang dimaksud adalah kunci lemari perpustakaan Musholla Jejak Wali. Tapi kemudian temen tersebut memastikan bahwa saya bukan orang yang dimaksud, saya menjelaskan bahwa saya adalah temen lama di Puri Gading. Kemudian temen tersebut menyampaikan berita duka secara santai dan bijaksana yaitu dia berucap ' pak budi titipan saya satu2nya udah diambil oleh yang Maha Kuasa kemarin pada saat Idhul Adha'. Sesaat kemudian saya membayangkan anak dimaksud sewaktu masih tinggal di Puri Gading dan pada saat itu dia baru sekolah di SD. Pada malam itu juga saya mengajak tetangga akrab untuk bersilaturahmi ke rumah temen yang sedang berduka tersebut. Kebetulan tetangga saya tersebut sudah pernah kehilanga orang yang paling dicintai yaitu istrinya. Dia rumah temen saya tersebut saya mendengarkan cerita tentang anaknya yang meninggal dunia, dari mulai awal sakit sampai akhirnya kembali kepada sang Khalik.
Anak tersebut mulai sakit sejak akhir bulan Puasa menjelang Idul Fitri. Pada saat itu dokter telah mendiagnosa penyakitnya dan menyarankan untuk dilakukan tindakan khemo, sebelum dilakukan operasi. Dokter ahli tersebut telah mengetahui bahwa penyakit anak tersebut diobati secara tradisional yaitu pengobatan alternatif sehingga menjadikan penyakitnya bertambah parah. Sampai menjelang meninggal anak tersebut hanya duduk di kursi roda setiap hari. Dan yang membuat saya takjub bahwa menjelang 10 hari terakhir kehidupannya ia setiap malam meminta kepada bapaknya untuk diantarkan ke Masjid At-Tin untuk menjalankan sholat tahajud....subhanalloh. Ini yang membuat saya sangat tersentuh bagaimana temen saya ini mendidik anaknya sehingga menjelang kematiannya seorang anak sangat rajin beribadah.........semoga saya dan kawan2 lainnya dapat mendidik anak kita menjadi anak yang sholeh.
Anak tersebut mulai sakit sejak akhir bulan Puasa menjelang Idul Fitri. Pada saat itu dokter telah mendiagnosa penyakitnya dan menyarankan untuk dilakukan tindakan khemo, sebelum dilakukan operasi. Dokter ahli tersebut telah mengetahui bahwa penyakit anak tersebut diobati secara tradisional yaitu pengobatan alternatif sehingga menjadikan penyakitnya bertambah parah. Sampai menjelang meninggal anak tersebut hanya duduk di kursi roda setiap hari. Dan yang membuat saya takjub bahwa menjelang 10 hari terakhir kehidupannya ia setiap malam meminta kepada bapaknya untuk diantarkan ke Masjid At-Tin untuk menjalankan sholat tahajud....subhanalloh. Ini yang membuat saya sangat tersentuh bagaimana temen saya ini mendidik anaknya sehingga menjelang kematiannya seorang anak sangat rajin beribadah.........semoga saya dan kawan2 lainnya dapat mendidik anak kita menjadi anak yang sholeh.