Pada hari Jum'at pagi tgl 22 April 2011 kami sekeluarga pulang ke Purbalingga karena hari itu libur nasional dan kebetulan pada hari sabtu ada acara arisan keluarga. Kami pulang menggunakan kendaraan kantor istriku, mobil Xenia, kami sempat sholat Jum'at di Tasikmalaya. Sampai di purbalingga menjelang Magrib.
Hari Sabtu pagi saya sempat ngobrol sama Ibuku...bercerita tentang kondisi kesehatan Ibu ...hari itu sehat2 saja dan tidak sedang makan obat. Saya ngobrol berdua ibu di toko depan, tidak ada firasat apapun pada saat itu, bahwa itu merupakan obrolan terakhir saya dengan ibuku.......
Ibu bercerita mengenai persiapannya untuk menjalankan ibadah Umroh pada bulan Juli.....hanya itu satu2-nya keinginan ibu pada saat itu. Semua syarat2 untuk umroh sudah dipersiapkan tinggal mengurus paspor sekaligus imunisasi pada bulan Mei nanti kata Ibu.
Menjalang siang hari kami bersama-sama berangkat ke Purwokerto ke rumah Pak Huri untuk menghadiri arisan keluarga sekaligus acara sukuran pernikahan putrinya. Kebetulan Bapak tidak ikut berangkat karena merasa badannnya lelah. Kami dibagi menjadi 2 mobil yaitu mobil APV yang penumpangnya laki2 semua yang dikendarai oleh Mas Topo, mobil kedua Xenia yang berisi penumpang perempuan term,asuk ibuku, dikendarai oleh istriku.
Pada saat acara arisan keluarga, saya ditunjuk untuk mengisi Kultum (santapan rohani)...saya menyampaikan satu ayat dari Surat Al-Baqoroh ayat 3, yang artinya bahwa kita harus percaya kepada yang ghaib, hal2 ghaib diantaranya masalah usia, meninggal, rezeki, jodoh, anak dan lain2.....akhirnya Mas Topo menanyakan dalam forum itu apabila ada peserta arisan yang meninggal dunia maka siapa yang akan melanjutkan arisannya ?
(kadang kalau ingat waktu itu...kok bisa2nya timbul pertanyaan seperti itu ?)
Sore hari setelah acara selesai Ibuku mengajak aku untuk segera pulang karena kurang enak badan......ibuku pengin ikut di mobil APV...karena ia beranggapan mobil Xenia akan lebih lama pulangnya......
Tapi kemudian Ibuku tidak jadi ikut APV, pulang ke ruma ibuku naik Xenia lagi, saya dan rombongan mobil APV tidak langsung pulang tapi pergi dulu ke alun2 untuk beli makanan. Saat perjalanan pulang menjelang masuk kota Purbalingga istriku telepon aku mengatakan bahwa ibu pingsan di rumah.....Mas Topo menasehati unuk segera dibawa ke Rumah Sakit....... Kami buru2 untuk segera sampai di rumah......saya pribadi berpikir yang tidak2 karena seingatku ibuku tidak pernah pingsan.
Sesampainya di rumah, seluruh anggota keluarga telah mengelilingi ibuku di tempat tidur, tidak lama kemudian dokter dari Rumah sakit datang.......dan menyatakan Ibuku telah kembali Kepada-Nya.....
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Pada saat itu kami sekeluarga menangis sejadi-jadinya......tidak ada yang menyangka prosesnya secepat itu. Bapaku yang selama ini paling jarang menangis...saat itu menangis sejadi-jadinya....
Saat itu menjelang Magrib dan kebetulan rumahku berdampingan dengan Masjid, sehingga para jemaah sholat Magrib secara otomatis mendatangi rumahku...semua menangis...semua tidak menyangka......
Tapi akhirnya kami sekeluarga mengikhlaskan....kepergian Ibu Tercinta ..... Ibu pergi tanpa merepotkan kami .....seperti cita-citanya selama ini...ia ingin pergi tapi tidak mau merepotkan keluarga.......terbukti pada saat itu semua anaknya sudah berkumpul kecuali adikku seorang yangdi Kal-Sel...... alhamdulillah esok harinya dia sudah sampai di rumah...Alloh SWT sudah mengatur segalanya.....kami hanya pasrah kepada ketentuan-Nya.
Selamat jalan Ibu.......kami ikhlas ibu pergi selamanya..... semoga amal perbuatan Ibu diterima oleh Alloh SWT........ Irji'i ila rabbiki radhiyatam mardiyah (
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya).